Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Wabup Dompu Hadiri Sosialisasi CBP Rupiah dan Kesehatan Reproduksi, Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Berkualitas

SINDO DOMPU - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu menggelar sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan Kesehatan Reproduksi di Aula Pendopo Dompu, Kamis (11/06/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema "Remaja Sehat, Cerdas Finansial, dan Berkarakter".

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap nilai dan fungsi Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Menurutnya, Rupiah bukan sekadar alat transaksi berupa kertas maupun logam, melainkan identitas negara dan wujud kemandirian bangsa Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu memiliki rasa cinta, bangga, dan pemahaman yang baik terhadap mata uang nasional.

"Melalui edukasi ini, kami berharap seluruh masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda hingga orang tua semakin memahami dan peduli terhadap Rupiah. Mari jadikan Rupiah sebagai kebanggaan bersama serta gunakan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab,"ujar Syirajuddin.

Selain edukasi CBP Rupiah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan reproduksi yang menjadi bagian penting dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Wakil Bupati menilai kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga dan daerah. Menurutnya, keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan mampu bersaing.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dapat membantu mencegah berbagai persoalan sosial dan kesehatan, seperti pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak direncanakan, serta berbagai risiko kesehatan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Syirajuddin juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Bank Indonesia dan DPPKB Kabupaten Dompu. Ia berharap sinergi serupa dapat terus berlanjut dan diperluas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya guna mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Sebelumnya, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Ignasius Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa program Cinta, Bangga, Paham Rupiah merupakan kampanye edukasi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Rupiah kepada masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan dan identitas negara yang harus dijaga serta digunakan dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia.

"Mari menggunakan Rupiah secara bijak dalam bertransaksi, berhemat dalam mengelola keuangan pribadi, serta memahami pentingnya menjaga kestabilan nilai Rupiah," ajaknya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan DPPKB dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan diikuti oleh perwakilan dari 11 SMA/sederajat serta para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Dompu. Para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten, antara lain perwakilan Bank Indonesia, DPPKB Kabupaten Dompu, dan tenaga kesehatan spesialis kandungan dari RSUD Dompu.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi serta pengelolaan keuangan yang bijak. Selain itu, sosialisasi juga bertujuan mencegah perilaku berisiko, menumbuhkan rasa bangga terhadap Rupiah, serta mendorong penerapan gaya hidup sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Dompu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, pejabat Kementerian Agama Kabupaten Dompu, pejabat administrator, serta insan pers.

Dengan kolaborasi antara Bank Indonesia dan DPPKB Kabupaten Dompu ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.(KS-YUN)

Posting Komentar

0 Komentar