SINDO DOMPU - SMAN 1 Dompu terus memperkuat pembinaan karakter dan spiritual peserta didik melalui kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, (24/07/2026), tersebut secara khusus diikuti oleh siswa-siswi non-Muslim dan dibina oleh Bertolomeos Betty, S.Th., M.Pd., Gr.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap pembinaan keagamaan dan pengembangan karakter seluruh peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya menerapkan nilai moral dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Bertolomeos Betty, S.Th., M.Pd., Gr., mengatakan dirinya merasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang, waktu dan tempat untuk pelaksanaan kegiatan pembinaan bagi siswa non-Muslim di SMAN 1 Dompu.
"Sebagai pembina yang sudah 16 tahun berada di SMAN 1 Dompu, saya sangat bangga dan berterima kasih kepada kepala sekolah yang telah memberikan ruang, waktu dan tempat untuk melaksanakan kegiatan ini," ujarnya.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam kegiatan siraman rohani tersebut dikemas secara bervariasi dan disesuaikan dengan nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa materi yang dibahas antara lain mengenai cinta kasih, toleransi, gotong royong, ideologi Pancasila serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah. Para siswa juga diajak menyaksikan video inspiratif, berdiskusi dan berinteraksi secara aktif. Metode tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami materi secara lebih baik sekaligus mendorong mereka untuk berani menyampaikan pendapat.
"Materi pembahasan bervariasi, mulai dari nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari seperti cinta kasih, toleransi, gotong royong, ideologi Pancasila dan NKRI. Materi juga dikemas dalam berbagai bentuk, seperti menyaksikan video inspiratif dan diskusi, sehingga murid dapat lebih berani dan semakin percaya diri," jelasnya.
Kegiatan siraman rohani tersebut bertujuan memberikan pembinaan spiritual dan penguatan karakter kepada siswa non-Muslim. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi, kepedulian sosial, rasa tanggung jawab serta kepercayaan diri dalam diri peserta didik.
Pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Setiap siswa diberikan ruang untuk mendapatkan pembinaan sesuai dengan agama dan keyakinannya, sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian peserta didik.
Kepala SMAN 1 Dompu, Muhammad Ikhsan, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat baik dan memiliki manfaat penting bagi perkembangan siswa.
Menurutnya, pembinaan keagamaan dan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Dengan adanya kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, sikap toleran dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini sangat bagus karena memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pembinaan sesuai dengan agama dan keyakinannya. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri serta menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik," katanya.
SMAN 1 Dompu secara berkelanjutan terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan bagi peserta didik, baik di bidang akademik, nonakademik, keagamaan maupun penguatan karakter. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung terciptanya generasi muda yang berprestasi, berintegritas, memiliki kepedulian sosial serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
Pelaksanaan siraman rohani bagi siswa non-Muslim diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, persatuan dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.(KS-BEDO)



0 Komentar