Hot Posts

6/recent/ticker-posts

SMKN 1 Manggelewa Lepas 120 Siswa PKL, Perkuat Program TAPSI dan Teaching Factory untuk Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing

SINDO DOMPU - SMKN 1 Manggelewa terus memperkuat implementasi program pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan pengembangan ketahanan pangan, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta peningkatan kompetensi peserta didik. Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 1 Manggelewa, Muhamad Syufiansur, S.Pt., saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (18/7/2026).

Muhamad Syufiansur menjelaskan bahwa setelah berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada Senin mendatang sekolah akan melepas sekitar 120 siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Para siswa akan ditempatkan di berbagai lokasi mitra di Kabupaten Dompu, Kota dan Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, hingga Kota Mataram.

Menurutnya, peserta PKL berasal dari beberapa kompetensi keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), serta Agribisnis Tanaman Hortikultura (ATH). Seluruh peserta akan didampingi oleh guru pembimbing yang telah ditetapkan guna memastikan pelaksanaan PKL berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan standar kompetensi yang diharapkan.

Ia mengatakan, program PKL menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung, mengenal budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri, serta meningkatkan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Selain mempersiapkan keberangkatan peserta PKL, SMKN 1 Manggelewa juga melaksanakan Program TAPSI (Tanam Cabai untuk Pencegahan Inflasi di Sekolah). Program tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran pemerintah sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi daerah melalui sektor pertanian yang melibatkan satuan pendidikan.

Muhamad Syufiansur menjelaskan, penanaman dilakukan melalui dua metode, yakni menggunakan polybag pada saat peluncuran serentak secara daring bersama sekitar 100 SMK se-NTB serta melalui lahan bedengan yang dipersiapkan secara khusus di lingkungan sekolah.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pihak sekolah melakukan rekayasa lahan karena kondisi tanah di lokasi sekolah tergolong rendah. Tanah berkualitas didatangkan untuk meninggikan area tanam, kemudian dibuat bedengan dan dipasang plastik mulsa agar tanaman dapat tumbuh lebih optimal dan mudah dipelihara secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, sekolah telah menanam sekitar 450 pohon cabai rawit, sekitar 40 pohon terong, serta kurang lebih 60 pohon Pepaya California. Komoditas tersebut diharapkan mampu menjadi media pembelajaran praktik bagi siswa sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekolah.

Program TAPSI merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam pelaksanaannya, tim dari dinas terkait dijadwalkan melakukan monitoring secara berkala mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, panen hingga pemasaran hasil produksi guna memastikan program berjalan sesuai target.

Sebelumnya, pada Rabu lalu, SMKN 1 Manggelewa juga melaksanakan kegiatan Gelar Karya SMK yang bertujuan memperkenalkan berbagai produk hasil pembelajaran dari setiap kompetensi keahlian kepada peserta didik baru. Kegiatan tersebut diluncurkan secara hybrid oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat dari Mataram dan diikuti secara daring oleh puluhan SMK di Pulau Sumbawa. Setelah pengenalan produk, para peserta MPLS turut mengikuti kegiatan penanaman cabai menggunakan polybag sebagai bagian dari implementasi Program TAPSI.

Di sisi lain, sekolah juga terus mengembangkan unit usaha berbasis pembelajaran melalui program Teaching Factory (TEFA) yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun. Pada kompetensi Teknik Sepeda Motor (TSM), siswa memberikan layanan servis, penggantian oli, dan suku cadang kendaraan dengan dukungan kerja sama bersama CV Karya Kencana di Narmada sebagai pemasok kebutuhan bengkel.

Sementara itu, kompetensi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura mengembangkan budidaya selada hidroponik yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi. Pada kompetensi Agribisnis Ternak Unggas, sekolah membudidayakan sekitar 200 ekor burung puyuh yang mampu menghasilkan rata-rata 150 butir telur puyuh setiap hari. Adapun kompetensi Agribisnis Ternak Ruminansia saat ini mengembangkan peternakan kambing dengan populasi enam ekor yang terus berkembang.

Di bidang Tata Busana, siswa telah memproduksi berbagai pesanan pakaian dari masyarakat, termasuk baju adat dan seragam sekolah, sehingga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam mengelola usaha berbasis keterampilan.

Selain penguatan program pembelajaran, SMKN 1 Manggelewa juga tengah menunggu proses lanjutan usulan bantuan rehabilitasi bangunan sekolah. Muhamad Syufiansur menyampaikan bahwa sekolah termasuk dalam daftar 88 SMK di Provinsi NTB yang diusulkan menerima bantuan rehabilitasi pada tahun 2026. Seluruh persyaratan administrasi telah diselesaikan dan kini tinggal menunggu tahapan verifikasi berikutnya.

Pihak sekolah mengusulkan rehabilitasi sebanyak 16 ruang belajar yang dinilai sudah berusia cukup lama. Selain itu, sekolah juga mengusulkan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) khusus untuk kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) mengingat jumlah peminat jurusan tersebut terus meningkat, sementara hingga saat ini belum memiliki ruang praktik yang representatif.

Muhamad Syufiansur berharap seluruh program yang dijalankan, mulai dari PKL, Program TAPSI, Teaching Factory hingga peningkatan sarana dan prasarana sekolah, dapat meningkatkan kualitas lulusan SMKN 1 Manggelewa agar semakin kompeten, berdaya saing, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung pembangunan daerah. (KS-BEDO)

Posting Komentar

0 Komentar