SINDO DOMPU - Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri 1 Dompu menggelar rangkaian kegiatan edukatif yang berfokus pada pembentukan karakter, perlindungan peserta didik, serta penguatan budaya belajar. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) ini menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu serta Divisi Akademik sekolah sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik baru dengan penuh antusias di lingkungan SMA Negeri 1 Dompu. Selain memperoleh materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, para siswa juga mendapatkan pembekalan tentang budaya belajar yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Miftahul Suadah, S.T., M.M., hadir sebagai narasumber utama dalam sesi sosialisasi bertema "Anti Bullying dan Kekerasan Seksual". Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun tindakan perundungan.
Menurutnya, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab bersama dalam mencegah terjadinya bullying maupun kekerasan seksual. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis agar peserta didik memahami hak dan kewajibannya, mampu menghargai sesama, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMA Negeri 1 Dompu dengan DP3A Kabupaten Dompu. Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi dalam upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, edukasi, hingga penanganan apabila ditemukan kasus yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak.
Kepala SMA Negeri 1 Dompu, Muhammad Ikhsan, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, etika, serta rasa saling menghormati.
Ia berharap kolaborasi antara sekolah dengan DP3A dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam membangun kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya perlindungan anak serta menciptakan budaya sekolah yang bebas dari praktik perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Selain sesi dari DP3A, peserta MPLS juga memperoleh materi dari Divisi Akademik SMA Negeri 1 Dompu yang disampaikan oleh Dian Sukmawati, S.Pd., M.Pd. dan Dwi Rahmah, S.Kom. Materi yang diangkat bertajuk "Budaya Belajar Berbasis Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam".
Dalam paparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, kreatif, kritis, serta mampu mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing. Sementara pendekatan pembelajaran mendalam diarahkan agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami konsep secara utuh, mampu berpikir analitis, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembekalan akademik tersebut, para peserta didik baru diharapkan mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran di SMA Negeri 1 Dompu sekaligus membangun semangat belajar yang mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi.
Rangkaian kegiatan hari keempat MPLS berlangsung tertib dan interaktif. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagai penyampaian materi dari para narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 1 Dompu dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (KS-BEDO)



0 Komentar