DOMPU SINDO - SMK Negeri 1 Woja terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja. Tidak hanya mampu terserap di tingkat regional dan nasional, sejumlah alumni sekolah tersebut juga berhasil menembus pasar kerja internasional. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8 alumni SMKN 1 Woja telah bekerja di Jepang, menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi yang berkualitas.
Kepala SMK Negeri 1 Woja, Abdul Yarid, ST, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Sabtu (18/07/2026), menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus utama pihak sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan alumni yang mampu bekerja hingga ke luar negeri menjadi salah satu motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, baik dari sisi kompetensi keahlian maupun pembentukan karakter siswa.
"Target kami adalah bagaimana lulusan SMKN 1 Woja benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia industri. Selain keterampilan teknis, kami juga terus membangun karakter dan sikap kerja siswa agar mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujar Abdul Yarid.
Dalam mendukung proses pembelajaran berbasis vokasi, SMKN 1 Woja terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui intervensi pemerintah pusat berupa program revitalisasi fisik sekolah, khususnya untuk melengkapi fasilitas ruang praktik siswa.
Bantuan revitalisasi tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran praktik, terutama pada konsentrasi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), sehingga siswa dapat belajar dengan fasilitas yang lebih memadai dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain dukungan pemerintah, pihak sekolah juga melakukan berbagai upaya secara mandiri dengan melakukan rehabilitasi terhadap sejumlah fasilitas yang ada, termasuk ruang belajar siswa. Langkah tersebut dilakukan agar suasana belajar semakin nyaman dan mampu menunjang peningkatan prestasi peserta didik.
"Kami terus berupaya memperbaiki fasilitas sekolah, baik melalui bantuan pemerintah maupun usaha mandiri sekolah. Semua ini untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada siswa," jelasnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Woja juga terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari jumlah calon siswa baru yang mendaftar pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Abdul Yarid menyebutkan, hingga saat ini jumlah calon peserta didik baru yang telah mendaftar mencapai sekitar 132 siswa, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan minat masyarakat tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dilakukan sekolah, termasuk penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai keunggulan pendidikan vokasi di SMKN 1 Woja.
"Kami terus memberikan informasi kepada masyarakat tentang program dan keunggulan sekolah. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bekerja dan melanjutkan pengembangan diri," katanya.
Untuk menarik minat calon siswa baru, SMKN 1 Woja melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif, hingga memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) terus diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta ekstrakurikuler. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan, kreativitas, serta karakter peserta didik.
Pihak sekolah juga terus menekankan bahwa lulusan SMK harus memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan kemampuan keahlian, SMKN 1 Woja juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter siswa. Dalam dua tahun terakhir, kondisi lingkungan sekolah mengalami berbagai perubahan positif yang membuat suasana belajar semakin nyaman dan menarik bagi calon peserta didik.
Pembentukan karakter dilakukan melalui berbagai pembiasaan positif, salah satunya kegiatan keagamaan seperti salat Zuhur berjamaah dan tadarusan atau mengaji bersama setelah salat.
Menurut Abdul Yarid, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan nilai spiritual siswa, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan etika yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.
"Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Dunia industri saat ini tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga melihat sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab seseorang," ungkapnya.
SMKN 1 Woja memandang pengembangan soft skill sebagai bagian penting dalam menyiapkan lulusan. Sikap kerja (attitude) dan kedisiplinan menjadi salah satu aspek utama yang dinilai oleh pihak industri ketika menerima tenaga kerja baru.
Karena itu, sekolah terus membangun budaya positif melalui pembiasaan sehari-hari agar siswa memiliki mental kerja yang kuat sebelum memasuki dunia industri.
Dengan berbagai program peningkatan mutu pendidikan, penguatan fasilitas, serta pembinaan karakter, SMKN 1 Woja optimistis mampu terus mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
"Kami bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan SMKN 1 Woja akan terus meningkatkan kualitas pendidikan demi kemajuan siswa-siswi. Harapannya, mereka mampu menjadi generasi yang siap bekerja, mandiri, dan membawa nama baik sekolah maupun daerah," tutup Abdul Yarid. (KS-BEDO)



0 Komentar