SINDO DOMPU – Kepala SMPN 5 Satap Manggelewa, Moh. Nasir, S.Ag., menargetkan pelaksanaan proyek revitalisasi satuan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi peserta didik.
Proyek revitalisasi yang berlokasi di SMPN 5 Satap Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp1,164 miliar. Pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 melalui program Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola.
Kepala SMPN 5 Satap Manggelewa, Moh. Nasir, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi sebanyak delapan ruangan yang selama ini digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan penting agar aktivitas pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
"Insyaallah, dalam waktu yang telah diberikan selama empat bulan, kami akan bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan. Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pekerjaan dengan baik sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah dan peserta didik," ujar Moh. Nasir
Ia menambahkan, pelaksanaan proyek revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pihak sekolah berupaya memberdayakan tenaga kerja lokal yang berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar Manggelewa.
"Kami melibatkan masyarakat di sekitar sekolah untuk bekerja dalam proyek ini. Selain mempercepat pelaksanaan pekerjaan, langkah tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat," katanya.
Menurut Moh. Nasir, keterlibatan masyarakat dalam proyek revitalisasi merupakan bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap kemajuan pendidikan. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, pekerjaan diharapkan dapat berjalan lancar sesuai rencana tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keselamatan kerja.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut. Seluruh proses pembangunan akan mengacu pada petunjuk teknis dan standar yang telah ditetapkan pemerintah agar bangunan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan berumur panjang.
"Kami sangat mengutamakan kualitas pekerjaan demi dunia pendidikan, khususnya di SMPN 5 Satap Manggelewa. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan guru dalam jangka panjang," tegasnya.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan di SMPN 5 Satap Manggelewa, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak dan kondusif. Dengan fasilitas yang lebih baik, sekolah diharapkan dapat memberikan pelayanan pendidikan yang semakin optimal kepada peserta didik serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dompu.
Pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu empat bulan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pihak sekolah berharap seluruh proses pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran mendatang. (KS-BEDO)


0 Komentar