Hot Posts

6/recent/ticker-posts

SMKN 1 Kempo Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perjuangkan Revitalisasi SMK 2026

SINDO DOMPU - SMK Negeri 1 Kempo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik hingga upaya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi sekolah untuk mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Saat media ini melakukan konfirmasi, Kamis (23/07/2026) bertempat di Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Dompu, Kepala SMKN 1 Kempo, Iswan, S.Pd, menyampaikan berbagai program dan kondisi terkini sekolah, termasuk upaya peningkatan mutu pendidikan, pengembangan fasilitas sekolah, serta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026–2027.

Kepala SMKN 1 Kempo, Iswan, S.Pd, mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja sekolah. Menurutnya, kualitas guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dan prestasi peserta didik.

"Peningkatan kompetensi guru menjadi perhatian utama kami, karena kualitas tenaga pendidik akan berdampak langsung terhadap proses pembelajaran dan capaian prestasi siswa," ujar Iswan.

Selain penguatan sumber daya manusia, pihak sekolah juga terus memperjuangkan peningkatan fasilitas pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajukan bantuan melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 kepada pemerintah. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar semakin optimal.

"Revitalisasi ini sangat kami harapkan untuk mendukung kemajuan sekolah, terutama dalam meningkatkan fasilitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kompetensi keahlian yang ada," jelasnya.

Terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026–2027, SMKN 1 Kempo berhasil menjaring sebanyak 96 siswa baru. Jumlah tersebut kemudian didistribusikan secara merata ke lima kompetensi keahlian yang tersedia di sekolah.

Iswan menjelaskan, meskipun terjadi penurunan jumlah pendaftar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan besar bagi sekolah. Penurunan jumlah siswa baru lebih dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah lulusan SMP yang menjadi sekolah pendukung di wilayah Kempo.

"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah lulusan SMP di wilayah sekitar memang mengalami penurunan. Sebelumnya bisa mencapai sekitar 300-an lulusan, sementara tahun ini turun menjadi sekitar 200-an siswa," ungkapnya.

Dalam persaingan penerimaan peserta didik baru di wilayah Kecamatan Kempo, SMKN 1 Kempo tetap menunjukkan daya tarik yang cukup baik di tengah masyarakat. Berdasarkan jumlah pendaftar, SMKN 1 Kempo berada di posisi kedua setelah SMAN 1 Kempo dan berada di atas SMAN 2 Kempo.

Kepala sekolah menegaskan, keberhasilan menjalankan berbagai program tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, baik guru, orang tua siswa, maupun masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perkembangan sekolah.

"Dengan dukungan semua pihak, program sekolah dapat berjalan dengan baik. Kami optimistis SMKN 1 Kempo akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan ke depan," katanya.

Dengan berbagai program yang telah dirancang, terutama peningkatan mutu guru dan perjuangan mendapatkan Program Revitalisasi SMK Tahun 2026, SMKN 1 Kempo optimistis dapat semakin meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kejuruan di wilayah Kempo. (KS-BEDO)

Posting Komentar

0 Komentar