Hot Posts

6/recent/ticker-posts

SMAN 2 Woja Kian Diminati, Strategi Humanis Kepala Sekolah Perkuat Disiplin dan Mutu Pendidikan

SINDO DOMPU - Kepala SMAN 2 Woja, Adiansyah, S.Pd., terus mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar berlangsung tertib, disiplin, dan berkualitas. Berbagai strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun kedekatan antara sekolah, peserta didik, dan orang tua. Upaya tersebut dinilai turut mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMAN 2 Woja.

Hal itu disampaikan Adiansyah saat ditemui media ini di ruang kerjanya di SMAN 2 Woja, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, salah satu langkah yang terus dilakukan adalah memastikan tidak ada peserta didik yang terabaikan apabila tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Ia menjelaskan, setiap siswa yang tidak hadir tanpa keterangan akan segera dipantau melalui koordinasi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) maupun wali kelas. Apabila diperlukan, guru akan melakukan kunjungan langsung ke rumah siswa untuk mengetahui penyebab ketidakhadiran sekaligus mencari solusi agar siswa dapat kembali mengikuti proses pembelajaran secara normal.

"Kami memiliki strategi agar siswa tetap rajin bersekolah. Apabila ada siswa yang tidak masuk tanpa keterangan, saya langsung mengarahkan guru BK maupun wali kelas untuk berkunjung ke rumahnya. Kami ingin mengetahui apa penyebabnya sehingga dapat diberikan pendampingan yang tepat. Cara ini terus kami lakukan sejak saya memimpin SMAN 2 Woja dan Alhamdulillah berjalan dengan baik berkat kolaborasi seluruh guru BK dan wali kelas," ujar Adiansyah.

Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan pembinaan lebih efektif dibandingkan hanya memberikan sanksi. Dengan melibatkan orang tua dan keluarga, sekolah dapat mengetahui berbagai kendala yang dihadapi siswa, baik yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kesehatan, maupun persoalan lainnya yang dapat memengaruhi kehadiran di sekolah.

Selain menjaga kedisiplinan peserta didik, SMAN 2 Woja juga mencatat peningkatan jumlah peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Berdasarkan data sekolah, jumlah siswa baru yang mendaftar mencapai 109 orang, meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang berjumlah 103 orang.

Adiansyah mengaku bersyukur atas peningkatan tersebut. Menurutnya, bertambahnya jumlah peserta didik baru menunjukkan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada SMAN 2 Woja sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas.

"Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah siswa baru yang mendaftar sebanyak 109 orang. Tahun sebelumnya sebanyak 103 orang. Kami bersyukur SMAN 2 Woja masih menjadi sekolah yang diminati oleh siswa maupun orang tua," katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat tidak terlepas dari komitmen sekolah dalam menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar. Bersama seluruh guru, pihaknya menjadikan pelaksanaan KBM sebagai prioritas utama sehingga proses pembelajaran berlangsung aktif, tertib, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik.

Di samping kegiatan akademik, sekolah juga terus mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembinaan karakter dan bakat siswa. Berbagai kegiatan tersebut meliputi Pramuka, kegiatan Imtaq, hingga senam bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Menurut Adiansyah, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki jiwa disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta mampu bekerja sama dengan sesama siswa.

SMAN 2 Woja juga membudayakan penyambutan peserta didik setiap pagi di pintu gerbang sekolah. Seluruh guru secara bergiliran menyambut kedatangan siswa dengan memberikan salam dan berjabat tangan sebagai bentuk keteladanan sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik.

"Kami membiasakan siswa disambut oleh guru di depan gerbang sekolah setiap pagi. Guru-guru menyalami mereka sebagai bentuk penghormatan dan pembiasaan karakter yang baik. Kami ingin memberikan teladan kepada siswa melalui kebiasaan sederhana yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut, Adiansyah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah. Karena itu, ia selalu mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, komunikasi, dan kekompakan dalam setiap rapat maupun kegiatan sekolah.

"Saya selalu menyampaikan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar kebersamaan, kerja sama, dan kekompakan tetap dijaga. Alhamdulillah, sejak saya memimpin SMAN 2 Woja, semangat kekeluargaan semakin kuat. Guru, tenaga tata usaha, dan siswa saling mendukung sehingga berbagai program sekolah dapat berjalan dengan baik. Kami menganggap seluruh warga sekolah sebagai satu keluarga yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan SMAN 2 Woja dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat," tutup Adiansyah.(KS-BEDO)

Posting Komentar

0 Komentar