Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Seminar Pencegahan Kekerasan dan Bahaya Pergaulan Bebas Digelar PIK-R SMKN 1 Dompu

SINDO DOMPU – Organisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMKN 1 Dompu menggelar seminar bertema "Bahaya Pergaulan Bebas dan Perlindungan terhadap Kekerasan Anak" Sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pencegahan kekerasan, bullying, pergaulan bebas, serta berbagai persoalan sosial yang kerap melibatkan remaja.


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Dompu tersebut menghadirkan narasumber dari DP3A Kabupaten Dompu dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dompu. Seminar diikuti oleh pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK sebagai peserta utama dalam kegiatan edukatif tersebut.


Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan remaja, termasuk langkah-langkah pencegahan, mekanisme penanganan kasus, serta pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan kepada anak. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak negatif pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, merokok, hingga persoalan kekerasan seksual yang dapat mengancam masa depan generasi muda.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis) SMKN 1 Dompu, Iwan Ermansyah, M.Pd, saat dikonfirmasi usai kegiatan menjelaskan bahwa seminar tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi perilaku remaja, baik yang berasal dari lingkungan pendidikan maupun lingkungan sosial masyarakat.


Menurutnya, berbagai persoalan seperti perundungan (bullying), kekerasan, perkelahian antar kelompok, konsumsi minuman keras, kebiasaan merokok, hingga persoalan seksual di kalangan pelajar perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak.


"Kami ingin memformulasikan upaya pencegahan dengan melihat persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan maupun lingkungan sosial masyarakat. Dengan demikian, dapat diketahui faktor-faktor yang dominan memengaruhi perilaku siswa sehingga menjurus pada tindakan kekerasan, perkelahian antar geng, penyalahgunaan minuman keras, merokok, maupun persoalan seksual di kalangan pelajar," ujarnya.


Ia menambahkan, pengawasan yang melekat dari orang tua dan pihak sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Menurutnya, sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan harus terus diperkuat agar siswa mendapatkan pendampingan yang optimal baik di rumah maupun di sekolah.


"Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di luar sekolah, sementara pihak sekolah juga harus terus melakukan pembinaan dan pengawasan selama siswa berada di lingkungan pendidikan. Dengan pengawasan yang baik, upaya pencegahan bullying maupun kekerasan dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.


Iwan juga menyoroti maraknya kasus kekerasan dan perundungan yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Dompu. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan seminar sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.


"Belakangan ini cukup banyak terjadi kasus yang berkaitan dengan kekerasan maupun perilaku menyimpang remaja. Karena itu kami mengadakan seminar ini dan mengundang pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK agar berbagai persoalan tersebut dapat dicegah lebih awal,"jelasnya.


Selain itu, Iwan Ermansyah menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perilaku menyimpang di kalangan remaja tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah dan keluarga. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan untuk bersama-sama melakukan edukasi, pengawasan, dan pembinaan terhadap generasi muda.


Ia juga berharap pemerintah daerah dapat lebih gencar melaksanakan program sosialisasi dan pencegahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain itu, dukungan dari DPRD Kabupaten Dompu dinilai penting dalam mendorong kebijakan, penganggaran, serta penguatan program perlindungan anak dan pemberdayaan remaja agar upaya pencegahan kekerasan, bullying, pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, dan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan.


"Masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus lebih gencar melakukan langkah-langkah pencegahan, dan seluruh stakeholder, termasuk DPRD, harus mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak serta generasi muda di Kabupaten Dompu," tegas Iwan.


Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para peserta dapat memahami risiko yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas dan tindakan kekerasan, sekaligus menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik bullying maupun kekerasan.


Seminar tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PIK-R SMKN 1 Dompu dalam mendukung upaya perlindungan anak dan pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan kesadaran hukum dan sosial di kalangan pelajar. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.(KS-BEDO)

Posting Komentar

0 Komentar