Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Baru Dikukuhkan, Suriansyah Langsung Tancap Gas Benahi SDN 1 Dompu dan Bidik Kembalinya Prestasi

SINDO DOMPU - Kepala SDN 1 Dompu, Suriansyah, S.Pd., M.Pd., langsung mengambil langkah pembenahan setelah resmi dipercaya memimpin sekolah tersebut. Usai pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., bersama 62 kepala sekolah jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Jumat (21/8/2026), Suriansyah mulai menjalankan sejumlah program awal untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan dan mutu pendidikan di sekolah.

Suriansyah mengungkapkan, sejak pertama masuk dan mulai menjalankan tugas pada Senin, 24 Agustus 2026, dirinya langsung melakukan pemetaan terhadap kondisi lingkungan sekolah. Menurutnya, pembenahan lingkungan menjadi salah satu langkah awal yang penting karena suasana sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan akan memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar siswa.

"Pertama masuk tanggal 24, saya lakukan gebrakan awal. Yang pertama menata lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi siswa-siswi," ujar Suriansyah.

Langkah tersebut kemudian diwujudkan dengan melakukan pembenahan langsung di sejumlah bagian lingkungan sekolah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi pepohonan yang dinilai terlalu rindang di beberapa titik. Kondisi tersebut, kata Suriansyah, membuat sirkulasi udara di lingkungan sekolah kurang optimal sehingga perlu dilakukan penataan.

"Saya melihat banyak sekali pohon-pohon yang terlalu rindang sehingga siklus udara kurang baik. Maka dari itu, saya lakukan penataan dan pemangkasan terhadap pohon-pohon tersebut agar lingkungan sekolah lebih tertata dengan baik," jelasnya.

Selain penataan pepohonan, Suriansyah juga memberikan perhatian terhadap taman sekolah. Taman yang sebelumnya dinilai perlu dibenahi tersebut mulai ditata kembali dan diperindah sehingga dapat menjadi ruang terbuka yang lebih nyaman bagi siswa maupun warga sekolah.

"Taman sekolah juga saya rubah total dan saya cat serta perindah supaya sekolah kelihatan lebih sejuk dan indah," katanya.

Tidak berhenti pada pembenahan fisik, Suriansyah juga menyiapkan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kemampuan belajar siswa. Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan Paruga Literasi sebagai ruang alternatif untuk mendukung kegiatan literasi, belajar kelompok, maupun diskusi.

Menurutnya, kondisi SDN 1 Dompu saat ini memiliki keterbatasan ruang karena sejumlah ruangan yang sebelumnya dapat digunakan untuk kegiatan pendukung telah dimanfaatkan sebagai ruang kelas. Bahkan, ruang guru juga disebut telah dialihfungsikan untuk kebutuhan pembelajaran.

"Saya punya rencana membuat Paruga Literasi. Saya melihat kondisi sekolah overload, tidak ada ruangan yang kosong. Ruang guru juga tidak ada karena sudah dijadikan kelas. Karena itu saya berinisiatif menata kawasan yang ada di kiri dan kanan sekolah untuk dijadikan Paruga Literasi," ungkapnya.

Paruga Literasi tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan membaca, tetapi juga dirancang menjadi ruang belajar tambahan bagi siswa yang membutuhkan pendampingan. Siswa yang belum lancar dalam membaca maupun mengikuti pembelajaran dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk belajar dengan suasana yang lebih santai dan terbuka.

Selain bagi siswa, ruang tersebut juga direncanakan dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk melakukan diskusi dan kegiatan pengembangan pembelajaran. Dengan demikian, keberadaan Paruga Literasi diharapkan menjadi salah satu ruang pendukung bagi peningkatan budaya belajar di lingkungan SDN 1 Dompu.

"Anak-anak yang belum lancar belajar nantinya bisa kita gunakan tempat tersebut. Ruangan itu juga bisa digunakan untuk diskusi oleh bapak dan ibu guru," ujarnya.

Suriansyah juga menyiapkan rencana pembangunan taman literasi di bagian depan halaman sekolah. Taman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi dan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Menariknya, taman literasi itu nantinya akan dilengkapi dengan berbagai permainan tradisional. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa, sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari aktivitas positif anak-anak di lingkungan sekolah.

"Di depan halaman sekolah saya juga akan membuat taman literasi agar siswa-siswi mendapatkan suasana yang berbeda ketika berada di sekolah. Taman literasi tersebut akan saya lengkapi dengan permainan tradisional," katanya.

Di balik berbagai program pembenahan lingkungan dan pengembangan literasi tersebut, Suriansyah mengakui terdapat tugas besar yang harus diemban bersama seluruh warga sekolah. Salah satunya adalah mengembalikan prestasi akademik maupun nonakademik SDN 1 Dompu yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai mengalami penurunan.

Ia menyebut SDN 1 Dompu selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah yang memiliki sejarah prestasi dan pernah menjadi sekolah favorit di Kabupaten Dompu. Karena itu, kondisi penurunan prestasi menjadi perhatian yang harus segera dibenahi.

"Di sisi lain ada tugas berat yang harus kita emban. Karena beberapa tahun terakhir ini prestasi SDN 1 Dompu sudah agak turun dibandingkan dengan SD lain yang ada di Kecamatan Dompu," ujarnya.

Suriansyah mencontohkan, beberapa bulan lalu terdapat rilis di media sosial yang memuat daftar 10 besar sekolah berprestasi di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam daftar tersebut, SDN 1 Dompu belum masuk dalam jajaran 10 besar sekolah berprestasi yang ditampilkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pihak sekolah untuk melakukan pembenahan dan berupaya meningkatkan kembali prestasi yang pernah diraih.

"Beberapa bulan lalu ada yang dirilis di media sosial terkait 10 besar sekolah berprestasi di NTB. SDN 1 Dompu sebagai salah satu sekolah besar belum masuk dalam 10 besar tersebut. Ini menjadi atensi kita ke depan," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak harus dipandang sebagai sebuah kemunduran semata, tetapi harus menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai aspek yang berkaitan dengan mutu pendidikan. Upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan literasi, pengembangan potensi siswa serta peningkatan peran dan kerja sama seluruh guru.

Atas kondisi tersebut, Suriansyah menegaskan bahwa mengembalikan prestasi SDN 1 Dompu menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama. Ia ingin sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sekolah favorit tersebut kembali mampu menunjukkan prestasi dan bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Dompu maupun di tingkat NTB.

"Kita harus bagaimana mengembalikan prestasi-prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Kita tahu dulu SDN 1 Dompu adalah sekolah favorit. Ini menjadi pekerjaan rumah kita agar SDN 1 Dompu mendapatkan kembali prestasinya," tegas Suriansyah.

Ia menegaskan, upaya meningkatkan kualitas sekolah tidak dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua dan seluruh warga SDN 1 Dompu.

Karena itu, Suriansyah mengajak seluruh guru dan warga sekolah untuk bersama-sama membangun kembali semangat berprestasi. Pembenahan lingkungan sekolah, penguatan literasi, peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi siswa akan menjadi bagian dari langkah yang dilakukan secara bertahap.

"Saya bersama guru dan seluruh warga SDN 1 Dompu akan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan," pungkasnya.

Langkah awal yang dilakukan Suriansyah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali SDN 1 Dompu, tidak hanya dari sisi lingkungan fisik, tetapi juga dari aspek budaya belajar dan prestasi siswa. Ke depan, keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan berorientasi pada peningkatan mutu.(KS-BEDO)

Posting Komentar

0 Komentar