SINDO DOMPU - Tanggal merah tidak menjadi alasan bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Madaprama Jaya untuk menghentikan aktivitas pendidikan. Semangat tersebut ditunjukkan melalui kegiatan edukatif yang digelar pada Selasa (25/8/2026) dengan menghadirkan sejumlah unsur pendidikan, TNI, dan Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya bullying dan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan tersebut berlangsung di tengah suasana hari libur dan menjadi ruang edukasi bagi peserta didik serta masyarakat yang hadir. Di bawah kepemimpinan Kepala PKBM Madaprama Jaya, Wiji Rahayu, kegiatan diarahkan tidak hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak bullying dan narkoba, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pendidikan karakter sebagai benteng bagi generasi muda.
Kegiatan turut didampingi Pemilik PKBM Ida Rofiqaduri, S.Pd., dan Nuraini, S.Pd. Sementara itu, hadir sebagai narasumber Plt. Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Woja, Edy Mulyadi, S.Pd., Serka Irfan selaku Babinsa, serta Bripka Rijaidin selaku Bhabinkamtibmas wilayah Madaprama.
Ketiga narasumber menyampaikan materi dari perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. Serka Irfan memberikan penguatan mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan bersama, baik dari masyarakat maupun unsur terkait.
Sementara itu, Bripka Rijaidin memaparkan pentingnya kesadaran hukum serta kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sosial. Edukasi tersebut dinilai penting agar generasi muda memahami dampak dan risiko dari tindakan yang dapat merusak masa depan mereka.
Dalam pemaparannya, Edy Mulyadi, S.Pd. menekankan bahwa persoalan bullying dan narkoba tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum maupun pemberian sanksi. Menurutnya, langkah pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pembentukan karakter anak yang melibatkan pendidikan, budaya, agama, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Ia mengaitkan penguatan karakter tersebut dengan program prioritas Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., khususnya penguatan Muatan Lokal Dompu dan gerakan Dompu Mengaji. Menurut Edy, kedua pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki pegangan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Edy menjelaskan, nilai-nilai luhur budaya lokal Dompu perlu terus digali dan diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Pembelajaran muatan lokal tidak seharusnya hanya berhenti pada pengenalan bahasa, tradisi, maupun sejarah daerah, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai kesantunan, gotong royong, saling menghargai, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap daerah.
"Anak-anak harus kita dekatkan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Ketika mereka mengenal jati dirinya, menghargai sesama, memiliki lingkungan pergaulan yang sehat, serta mendapatkan pendidikan agama yang kuat, maka ruang bagi bullying dan narkoba akan semakin sempit."
Selain penguatan muatan lokal, program Dompu Mengaji juga dipandang sebagai bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. Implementasinya dapat dilakukan melalui literasi Al-Qur'an di satuan pendidikan, membiasakan peserta didik melaksanakan salat berjamaah di masjid, serta mendorong anak-anak untuk aktif belajar mengaji bersama guru ngaji atau di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya mencegah bullying dan penyalahgunaan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan. Sekolah, PKBM, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda.
Kepala PKBM Madaprama Jaya, Wiji Rahayu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pemaparan yang diberikan ketiga narasumber. Ia juga mengapresiasi keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Wiji, kegiatan edukatif seperti itu penting karena tidak hanya memberikan wawasan kepada peserta, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua pihak. Anak-anak membutuhkan pendampingan dan lingkungan yang mampu memberikan keteladanan serta perlindungan dari berbagai pengaruh negatif.
Kegiatan PKBM Madaprama Jaya sekaligus menunjukkan bahwa momentum hari libur dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui diskusi, sosialisasi, pembinaan, serta keterlibatan langsung berbagai unsur masyarakat.
Dari Madaprama, pesan yang kembali ditegaskan adalah bahwa mencegah bullying dan narkoba tidak cukup hanya dengan larangan. Upaya tersebut membutuhkan pendidikan, budaya, agama, keteladanan, pengawasan, serta lingkungan sosial yang positif dan sehat.
Tanggal merah boleh menjadi hari libur dari rutinitas, tetapi semangat mendidik dan menjaga generasi muda tidak boleh ikut libur. (KS-BEDO)



0 Komentar