SINDO DOMPU - Pemerintah Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara bertahap meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran desa. Fokus utama pemerintah desa tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui program peternakan sapi yang berkelanjutan.
Kepala Desa Tanju, Buyung, saat dikonfirmasi media ini pada Selasa (7/7/2026), menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir pemerintah desa telah melaksanakan sejumlah program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pembukaan jalan ekonomi, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan lapangan voli, hingga pembangunan Kantor Sekretariat BPD yang direalisasikan pada tahun 2024.
Menurut Buyung, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan membuka akses masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi desa, serta menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan olahraga dan pelayanan pemerintahan desa.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Desa Tanju juga terus memprioritaskan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan ternak sapi kepada masyarakat. Program tersebut telah berjalan setiap tahun dan dinilai memberikan manfaat nyata bagi warga penerima.
Ia menjelaskan, pada setiap tahap pelaksanaan program, pemerintah desa membentuk kelompok peternak yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Hingga saat ini telah terbentuk dua kelompok penerima manfaat yang mendapatkan bantuan ternak dari pemerintah desa.
"Program kelompok sapi menjadi salah satu prioritas pemerintah desa setiap tahun. Dua kelompok sudah berjalan dengan masing-masing beranggotakan 10 orang. Saat ini kami juga melakukan evaluasi terhadap bantuan sapi yang telah diberikan pada tahun 2024 untuk melihat perkembangan dan hasil pemeliharaannya," ujar Buyung.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Desa Tanju kembali merencanakan pembentukan satu kelompok baru yang akan menerima bantuan ternak sapi. Program tersebut akan didanai melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dengan jumlah penerima sebanyak 10 orang.
Buyung mengatakan, terdapat sedikit perbedaan pada pelaksanaan program tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya pemerintah desa membeli sapi betina, maka pada tahun 2026 direncanakan akan membeli sapi jantan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha peternakan masyarakat.
"Alhamdulillah tahun ini kami merencanakan satu kelompok lagi. Kalau sebelumnya bantuan berupa sapi betina, tahun ini kami mencoba memberikan sapi jantan agar dapat memberikan pilihan pengembangan usaha peternakan bagi masyarakat," katanya.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program bantuan ternak tersebut sangat tinggi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat lainnya.
Dalam pelaksanaannya, anak sapi yang lahir dari ternak bantuan nantinya akan menjadi bagian dari sistem perguliran sehingga dapat disalurkan kembali kepada warga lain yang belum menerima bantuan.
"Program ini menggunakan asas manfaat. Sapi dipelihara oleh masyarakat, kemudian anak sapi yang lahir akan ditarik kembali untuk diberikan kepada warga lain. Dengan cara itu manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat secara bergiliran," jelasnya.
Untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, Pemerintah Desa Tanju melakukan proses verifikasi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Langkah tersebut dilakukan agar penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami bersama BPD melakukan verifikasi terhadap calon penerima manfaat. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang memang layak menerima," tambah Buyung.
Selain program peternakan, Pemerintah Desa Tanju juga berupaya menyalurkan berbagai bantuan sosial secara adil, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan lainnya bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) yang memenuhi kriteria.
Buyung berharap seluruh program pemerintah desa dapat berjalan secara proporsional tanpa membedakan masyarakat, sehingga setiap bantuan benar-benar diberikan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Buyung mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Ia menyebutkan bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
"Pada tahun 2024 jumlah KPM mencapai 40 orang, sedangkan pada tahun 2026 hanya sebanyak 14 KPM. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran dan mengacu pada regulasi yang berlaku," jelasnya.
Menurut Buyung, masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus dipenuhi, terutama peningkatan jalan lingkungan dan infrastruktur pendukung lainnya yang belum seluruhnya dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan keuangan desa.
Meski demikian, Pemerintah Desa Tanju berkomitmen untuk tetap memprioritaskan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi, dengan harapan kesejahteraan masyarakat Desa Tanju dapat terus meningkat secara bertahap. (KS-BEDO)



0 Komentar