SINDO BIMA - Upaya penguatan kurikulum pendidikan karakter terus mendapat perhatian serius melalui kerja sama internasional. STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis) berkolaborasi dengan Program INOVASI menggelar Workshop Kolaborasi Internasional Kemitraan Australia–Indonesia yang difokuskan pada pengembangan kurikulum pendidikan karakter, Senin–Selasa (2–3 Februari 2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, di Ruangan Beradab, STKIP Tamsis ini, menjadi ruang refleksi, dialog, dan perumusan tindak lanjut strategis antara lembaga pendidikan tinggi keguruan dengan mitra internasional. Khususnya dalam menjawab tantangan mendasar dunia pendidikan di Indonesia.
Workshop diawali dengan sesi pembukaan, yang kemudian disusul dengan upaya menghadirkan refleksi tentang pendidikan karakter. Mencakup konsep, praktik, serta rekomendasi teknis penguatan kurikulum. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan penguatan landasan kebijakan dan teori, hingga pengembangan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang relevan dengan konteks lokal dan global.
Program Director INOVASI, Sri Widuri, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan fondasi paling mendasar yang justru menjadi pengungkit bagi kecakapan lainnya.
“Di Bima, sejak fase pertama hingga fase kedua program INOVASI, Tamsis konsisten bergerak pada isu kecakapan dasar; literasi dan numerasi. Sekarang, bergerak pada kecakapan yang lebih dasar. Yaitu, pendidikan karakter. Ini sangat strategis, karena belum banyak perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah khusus pendidikan karakter. Pengetahuan (tentang pendidikan karakter) sudah banyak disampaikan di sekolah. Tetapi penerapannya belum sepenuhnya optimal,” ujarnya.
Sri Widuri menegaskan bahwa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki peran penting dalam menggarap isu paling mendasar dalam pendidikan, bahkan melampaui literasi dan numerasi.
“Karakter itu akan mengakselerasi kecakapan lain. Harapannya, di akhir workshop ini kita memiliki kesepahaman konsep dasar, praktik reflektif, kebijakan kunci, serta draf RPS yang bisa ditindaklanjuti. Ke depan, akan dirumuskan agenda riset dan learning bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menegaskan bahwa kemitraan dengan INOVASI merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu institusi dan transformasi kelembagaan.
“INOVASI akan terus bermitra dengan (STKIP) Tamsis. Saat ini (STKIP) Tamsis memasuki usia ke-19 tahun dan memiliki rencana strategis untuk bertransformasi menjadi universitas. Tetapi, meski masih berstatus sekolah tinggi, kami sudah membuka Program Magister (S2) Pedagogi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama, dengan target pada 2027 Tamsis memiliki sedikitnya 30 doktor. Selain itu, kapasitas riset juga terus didorong melalui peningkatan jumlah proposal hibah.
“Tahun ini kami menargetkan peningkatan proposal hibah dari sekitar 60 menjadi lebih dari 90. Kami juga telah menerima berbagai hibah strategis, termasuk Hibah Unit Layanan Disabilitas,” ungkapnya.
Workshop ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen akademik, tetapi juga menjadi fondasi kolaborasi berkelanjutan dalam membangun pendidikan karakter yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi masa depan. (KS Tim).



0 Komentar