SINDO BIMA – Pemerintah Kabupaten Bima secara resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak menyusul lonjakan kasus yang signifikan dalam empat bulan terakhir. Penetapan status tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan KLB Campak yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (11/2).
Sebanyak 306 kasus campak tercatat di wilayah Kabupaten Bima sejak Oktober 2025 hingga 31 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, dilaporkan satu orang meninggal dunia.
Keputusan penetapan status KLB diambil sebagai respons atas tren peningkatan kasus yang dinilai mengkhawatirkan, terutama karena sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia rentan. Berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, distribusi kasus didominasi balita dengan rincian: usia di bawah 1 tahun sebesar 12,42 persen, usia 1–5 tahun sebesar 66,34 persen (kelompok paling rentan), dan usia 6–12 tahun sebesar 15,69 persen.
Rakor dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima, Fatahullah, S.Pd. Turut hadir Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, para camat, kepala puskesmas, perwakilan Kodim 1608/Bima, perwakilan MUI, serta koordinator wilayah pendidikan terkait.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan pentingnya peran camat dan kepala puskesmas sebagai ujung tombak edukasi dan peningkatan cakupan imunisasi di wilayah masing-masing. Ia menyampaikan bahwa langkah pencegahan lanjutan akan dilakukan melalui imunisasi massal, terutama menyasar kelompok usia paling terdampak.
Sementara itu, Fatahullah menegaskan bahwa angka 306 kasus dengan lebih dari 66 persen penderita merupakan anak usia 1–5 tahun menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Penetapan status KLB diharapkan mempercepat pelaksanaan langkah darurat dan penanganan intensif.
Rapat koordinasi penanggulangan KLB campak dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bima.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan mengintensifkan upaya penanggulangan, termasuk imunisasi massal, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Campak diketahui dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi otak, gangguan pendengaran, hingga kematian, terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam program imunisasi sebagai langkah pencegahan utama.
Sumber: Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima, Suryadin, S.S., M.S. (KS Hambaly).



0 Komentar