SINDO DOMPU - Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, menggelar diskusi malam bersama para petani ternak untuk membahas berbagai kendala di lapangan, terutama penyempitan jalur lintas ternak menuju kawasan pegunungan.
Diskusi tersebut membahas persoalan menyempitnya jalur lintas ternak yang sebelumnya memiliki lebar lebih dari 50 meter, namun kini di beberapa titik tersisa sekitar 5 meter. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan ternak saat melintas, terutama ketika naik dan turun gunung.
Pertemuan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan petani ternak yang menyampaikan langsung keluhan dan aspirasi mereka.
Permasalahan terjadi di jalur lintas ternak menuju kawasan pegunungan dan wilayah pelepasan ternak Doroncanga, termasuk akses yang melintasi beberapa titik lahan perladangan masyarakat.
Persoalan ini telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan menjadi perhatian dalam diskusi yang digelar pada malam hari tersebut. Bupati menyatakan akan meninjau langsung lokasi yang dimaksud keesokan harinya.
Menurut perwakilan petani ternak, penyempitan jalur terjadi akibat aktivitas perladangan yang memanfaatkan sebagian area lintasan ternak. Dampaknya, ruang gerak ternak menjadi sangat terbatas.
"Akibatnya, ruang gerak ternak menjadi sangat terbatas. Bahkan sudah ada ternak yang jatuh, ada yang mati di tempat dan ada juga yang berhasil diselamatkan," ujar perwakilan petani ternak dalam forum tersebut.
Petani ternak berharap pemerintah daerah dapat mengembalikan fungsi jalur lintas ternak dengan lebar minimal 50 meter seperti kondisi sebelumnya guna menjamin keselamatan hewan ternak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dompu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik tanpa merugikan pihak mana pun. Ia menyatakan akan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi faktual di lapangan.
"Ternak harus dilindungi, sebab salah satu faktor keberhasilan masyarakat Dompu adalah dengan berternak. Bertani ternak merupakan identitas kita di Kabupaten Dompu. Ternak Dompu kualitas dagingnya sangat baik. Akan tetapi, peladang juga harus kita lindungi haknya. Kita tidak boleh mengorbankan yang satu untuk melindungi yang lain. Semua harus seimbang, saya akan meninjau secara langsung di lokasi besok," tegasnya.
Selain itu, Bupati mengimbau petani ternak dan petani jagung untuk menjaga kondusivitas dan saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing. Ia juga meminta seluruh unsur masyarakat tidak melakukan tindakan di luar prosedur atau melanggar ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan. Ia menginstruksikan vaksinasi terhadap setiap ternak yang keluar masuk wilayah pelepasan Doroncanga serta penertiban portal di wilayah Kecamatan Kempo guna mencegah kontaminasi bakteri dan penyebaran penyakit ternak.
Melalui dialog ini, Pemerintah Kabupaten Dompu berharap dapat menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan, sekaligus menjaga harmoni antara sektor peternakan dan pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Dompu. (KS-YUN)



0 Komentar