SINDO BIMA - STKIP Taman Siswa Bima kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dosen. Sebanyak 20 dosen muda kampus tersebut difasilitasi mengikuti Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Batch 26 yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., mengatakan keikutsertaan dosen dalam program PEKERTI merupakan langkah strategis kampus dalam menjaga mutu pembelajaran dan memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL).
“Ini bukan kegiatan formalitas. PEKERTI menjadi bagian dari standar mutu dosen di STKIP Taman Siswa Bima. Ke depan, sertifikat PEKERTI menjadi prasyarat utama bagi dosen yang mengajar di kampus kami,” ujar Dr. Ibnu Khaldun, Senin (9/2).
Ia menambahkan, penguatan kompetensi pedagogik dosen merupakan bentuk tanggung jawab institusi kepada mahasiswa dan masyarakat. Dengan dosen yang tersertifikasi dan kompeten, kualitas proses pembelajaran di ruang kelas dapat terjaga secara berkelanjutan.
Program PEKERTI Batch 26 dibuka secara resmi pada Senin, 9 Februari, oleh perwakilan Rektor UAD Bidang SDM, Prof. dr. Norma Sari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi partisipasi 18 perguruan tinggi yang mengirimkan dosen pada kegiatan tersebut, termasuk STKIP Taman Siswa Bima sebagai institusi dengan jumlah peserta terbanyak.
Pada hari pertama, peserta menerima materi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menekankan integrasi CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. Materi ini menegaskan peran dosen dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada hasil belajar, berpikir tingkat tinggi, serta keterampilan abad ke-21.
Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan perguruan tinggi dan model pembelajaran inovatif, yang mendorong dosen untuk tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga agen penggerak mutu institusi.
Dalam dua tahun terakhir, STKIP Taman Siswa Bima mencatat sebanyak 38 dosen dan tenaga pengajar telah mengantongi sertifikat PEKERTI. Capaian ini menjadi bukti keseriusan kampus dalam membangun sumber daya manusia pendidikan yang profesional dan berdaya saing.
“Kami ingin masyarakat yakin bahwa STKIP Taman Siswa Bima dikelola secara serius, dengan dosen yang terus ditingkatkan kompetensinya,” tutup Dr. Ibnu Khaldun. (KS Tim)



0 Komentar