SINDO ACEH TIMUR- Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memainkan peran penting dalam proses pemulihan pascabencana banjir di Aceh Timur. Per hari ini (22/02/2026), relawan memfokuskan kegiatan pada pendampingan psikososial bagi anak-anak, penguatan fungsi hunian masyarakat, serta assessment lanjutan dampak kerusakan dan kondisi sosial-ekonomi, khususnya di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.
Di tengah keterbatasan dan kerusakan yang masih terlihat jelas, relawan MDMC tidak hanya hadir sebagai surveyor, tetapi juga sebagai pendamping yang bekerja langsung dan bahkan tinggal langsung bersama masyarakat. Sejak pagi, relawan bahu-membahu membantu warga membangun kembali rumah yang rusak dan bahkan lenyap tersapu banjir, mulai dari mengumpulkan sisa material rumah yang hanyut terseret arus banjir, memperkuat rangka, hingga memasang atap agar hunian kembali layak ditempati.
“Fungsi relawan di fase ini adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kami ikut bekerja, mendampingi, dan memastikan hunian bisa kembali aman untuk ditinggali,” ujar Yudi Lestanata, Koordinator Relawan MDMC NTB.
Salah satu penerima manfaat perbaikan rumah adalah Bapak Yusuf, warga Desa Blang Seunong, yang rumah hanyut terseret banjir. Dengan pendampingan relawan, proses pembangunan dilakukan dari mendirikan tiang hingga memasang atap agar rumah dapat kembali digunakan oleh keluarga.
“Kalau tidak dibantu, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Relawan datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga tenaga dan semangat,” ungkap Bapak Yusuf.
Selain pemulihan hunian, relawan MDMC juga menguatkan kegiatan psikososial sebagai bagian penting dari pemulihan pascabencana. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma akibat banjir yang datang tiba-tiba. Melalui kegiatan bermain, bercerita, dan edukasi sederhana, relawan berupaya mengembalikan rasa aman dan keceriaan mereka.
Tercatat sebanyak 146 anak menjadi penerima manfaat layanan psikososial yang dilaksanakan oleh relawan MDMC di lokasi terdampak. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dan kembali membangun kepercayaan diri.
“Psikososial bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari pemulihan mental anak-anak agar mereka siap kembali menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk sekolah,” jelas Naufal, koordinator Kegiatan psikososial Tim Relawan Muhammadiyah NTB.
Sejalan dengan itu, MDMC NTB juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah (school kit) untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak banjir. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 240 siswa menerima bantuan school kit yang terdiri dari buku tulis, dan alat tulis.
“Banyak perlengkapan sekolah yang rusak atau hanyut. Dengan school kit ini, kami berharap anak-anak bisa kembali belajar tanpa beban,” tambahnya.
Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui LazisMu Kabupaten Bima membuka open donasi guna mendukung kebutuhan perbaikan hunian dan pemulihan anak pascabencana. Adapun kebutuhan yang masih diperlukan antara lain:
Kebutuhan Pemulihan Hunian, antara lain; Paku berbagai ukuran, Seng atap, Kayu dan papan, serta
Alat pertukangan (palu, gergaji, tang, obeng, dan lainnya)
Kebutuhan Pendidikan, antara lain; Tas sekolah, Buku tulis, Alat tulis lengkap, dan seragam sekolah.
Donasi dapat disalurkan melalui LazisMu Kabupaten Bima, yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan relawan MDMC dan kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh dan Sumatera.
“Relawan hadir bukan hanya di saat darurat, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan warga. Dukungan masyarakat luas menjadi kekuatan utama agar pemulihan ini bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Yudi Lestanata.
Demikian laporan Konstributor Koran Sindo Bima, Amir//. ( KS Hambaly Ama La Beby )



0 Komentar