Hot Posts

6/recent/ticker-posts

MDMC Kabupaten Bima Berangkatkan Relawan ke Aceh

SINDO BIMA - Komitmen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Bima dalam misi kemanusiaan kembali diwujudkan. Dua orang relawan dilepas untuk bergabung dalam upaya penanganan darurat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November lalu.

Pelepasan relawan dilaksanakan di halaman Kampus I Universitas Muhammadiyah Bima, Sabtu (3/1/2026), dan dihadiri oleh unsur MDMC Kabupaten Bima, Lazismu Kabupaten Bima, serta Korps Relawan Muhammadiyah.
Suasana pelepasan berlangsung khidmat, penuh doa dan harapan agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar.

Kedua relawan dijadwalkan bertugas selama kurang lebih 30 hari, mulai 5 Januari hingga 7 Februari 2026. Mereka membawa bekal pengalaman panjang di bidang kebencanaan dan kedaruratan. Bahkan, sebelum keberangkatan ke Aceh, para relawan ini baru saja menuntaskan keterlibatan dalam operasi SAR pencarian orang hilang di Gunung Sangiang Api.

Selama lebih dari satu dekade, relawan MDMC Kabupaten Bima tersebut aktif terlibat dalam berbagai respon bencana, mulai dari banjir di wilayah Bima dan Sumbawa, gempa Lombok, hingga erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki beberapa waktu lalu. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendampingi para penyintas di lokasi bencana.

Seiring dengan pengiriman relawan, Lazismu Kabupaten Bima sejak akhir November telah membuka penggalangan dana untuk respon banjir di wilayah Sumatera. Hingga 31 Desember 2025, donasi yang terhimpun mencapai Rp53.984.400, berasal dari transfer bank, infaq penjemputan, serta donasi masyarakat yang dihimpun di berbagai titik di Kota dan Kabupaten Bima serta Dompu.

Ketua MDMC Kabupaten Bima, Amiruddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relawan asal Bima akan bergabung dengan tim MDMC dari berbagai daerah lain yang ditugaskan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Sebanyak dua relawan sore ini siap diberangkatkan menuju Aceh. Semoga kehadiran kita dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, serta nama baik Persyarikatan Muhammadiyah selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Adapun relawan yang diberangkatkan adalah Agus Farhan, Koordinator Relawan MDMC se-Pulau Sumbawa yang berpengalaman dalam berbagai respon bencana seperti banjir Sumbawa dan gempa Lombok, serta Akbardin, relawan rekrutan MAPALA SYMPEL Ibnu Jazirah yang aktif dalam kegiatan pra dan pascabencana, termasuk penggalangan dana dan pendampingan masyarakat terdampak.

Tim relawan MDMC ini akan memperkuat layanan di lapangan, khususnya pada sektor manajemen posko, logistik, serta pendampingan psikososial bagi para penyintas di lokasi pengungsian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lazismu Kabupaten Bima, Agus Farhan, memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada relawan.

“Di manapun kita ditempatkan, itu adalah amanah. Jaga kesehatan, jaga integritas, karena MDMC telah dikenal luas, bahkan hingga tingkat internasional,” pesannya.
Ia menekankan tiga hal utama yang harus dijaga relawan: kesehatan fisik, kekompakan tim, dan niat ibadah. “Dalam pelayanan kemanusiaan, kita tidak bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci agar tujuan kemanusiaan dapat tercapai,” tambahnya.

Pelepasan relawan ditutup dengan doa bersama dan amanah dari Ketua MDMC Kabupaten Bima. Ia memastikan bahwa para relawan telah melalui proses persiapan dan pembekalan yang memadai sebelum diberangkatkan.

“Semoga perjalanan dimudahkan dan kehadiran relawan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya para penyintas banjir dan longsor,” tuturnya sebelum secara resmi melepas keberangkatan relawan.

Dengan dukungan penuh dari MDMC dan Lazismu Kabupaten Bima serta MDMC dan Lazismu Wilayah NTB, para relawan bergerak menuju Aceh untuk memperkuat layanan kemanusiaan. Kehadiran mereka diharapkan mampu meringankan penderitaan warga terdampak dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Sumber: Ketua MDMC Kabupaten Bima, Amiruddin. (KS/Hambaly Ama La Beby)

Posting Komentar

0 Komentar