SINDO BIMA - Bencana Longsor, Banjir terjadi di hampir seluruh bagian wilayah kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2026 pukul 13.35 wita di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya Terjadi Hujan Sedang-Lebat yang disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang, Kondisi ini berlangsung hingga pukul 13.40 Wita, Lokasi Kejadian diantaranya : Kecamatan Woha, Desa Kalampa, Pada hari Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 03.00 wita (dini hari) di Desa Kalampa Kec. Woha Kab. Bima terjadi musibah bencana longsor akibat Tanah yang kurang padat, berpasir, dan batuan lapuk, ketinggian longsor 2,1 meter dan panjang 14 meter, dampak kejadian ini akses jalan pemukiman (gang) tertutup material longsor, tidak ada pengungsian akibat tanah longsor tersebut.
Demikian diungkapkan oleh Team Pusdalops BPBD Kabupaten Rabu, 7/1/2026.
Lebih lanjut Team Pusdalops menyebut bahwa Begitu pula Kecamatan Sanggar tidak luput dari musibah peristiwa alam yang tidak kenal kompromi tersebut mengakibatkan Desa Taloko bahwa Pada hari Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 14.40 wita bertempat di Desa Taloko Kec. Sanggar Kab. Bima terjadi musibah bencana banjir akibat derasnya air dari gunung, mengakibatkan Drainase wilayah Desa Taloko Kecamatan Sanggar tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan air meluap ke area Pemukiman Warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air bervariasi mulai dari 20 - 70 cm, dampak kejadian ini sebanyak 54 unit rumah terendam banjir / 54 KK ( 115 jiwa) terdampak, yang tersebar di 4 (empat) RT diantaranya RT.01. RT. 11, RT.12.18 dan RT.13, hal ini disebabkan karena Drainase tidak mampu menampung air banjir dan banyaknya sampah yang nyangkut di jembatan, saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut, Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan. Desa Kore juga Pada hari Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 14.40 wita bertempat di Desa Kore Kec. Sanggar Kab. Bima terjadi musibah bencana banjir akibat derasnya air dari gunung, mengakibatkan Drainase wilayah Desa Kore Kecamatan Sanggar tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan air meluap ke area Pemukiman Warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air bervariasi mulai dari 20 - 80 cm, dampak kejadian ini pemukiman warga di 6 (enam) RT di antaranya RT. 04, RT.05, RT.06, RT. 09, RT.11, RT.12 tergenang air banjir, serta akses jalan lintas Tambora Desa Kore tergenang air campur lumpur sepanjang 70 meter, dengan ketinggian air tersebut 10 cm - 70 cm, sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan, hal ini disebabkan karena Drainase tidak mampu menampung air banjir dan banyaknya sampah yang nyangkut di jembatan, saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur dan sampah serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut, Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan.
Begitu pula Desa Sandue Pada hari Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 14.40 terjadi banjir akibat derasnya air dari gunung, mengakibatkan Drainase wilayah Desa Sandue Kecamatan Sanggar tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan air meluap ke area Pemukiman Warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air bervariasi mulai dari 20 - 60 cm, dampak kejadian ini pemukiman warga di 2 (dua) RT di antaranya RT. 01, dan RT.02 tergenang air banjir, serta akses jalan lintas Tambora Desa Sandue tergenang air campur lumpur sepanjang 80 meter, dengan ketinggian air tersebut 10 cm - 60 cm, sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan, hal ini disebabkan karena Drainase tidak mampu menampung air banjir dan banyaknya sampah yang nyangkut di jembatan, saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur dan sampah serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut, Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan.
Kecamatan Bolopun beberapa wilayah seperti: Desa Nggembe dilaporkan bahwa pada hari Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 14.45 wita bertempat di Desa Nggembe Kec. Bolo Kab. Bima terjadi musibah bencana banjir akibat derasnya air dari gunung menyebabkan debit air sungai wilayah Desa Nggembe Kecamatan Bolo meningkat, yang mengakibatkan air meluap membanjiri pemukiman warga dan jalan raya serta lahan pertanian warga Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kab. Bima, dengan ketinggian luapan air antara 10 cm hingga 60 cm, banjir menggenangi sebanyak 204 KK ( 612 jiwa) 177 unit rumah terdampak di Dua Dusun, di antaranya Dusun Jala 94 KK, 80 unit rumah terdampak, Dusun Wa'itawoa 110 KK (337 jiwa) 97 unit rumah terdampak, dan akses jalan tergenang air, saat ini banjir belum surut dan tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut. Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan. Desa Rada terjadi luapan air akibat derasnya air mengalir dari arah gunung Kec. Donggo Kab. Bima, mengakibatkan tanggul Drainase sekitaran wilayah Dsn.Rada Desa Rada Kec.Bolo Kab. Bima tidak mampu menahan debit air yang mengalir, menyebabkan terjadi luapan air dan merendam wilayah pemukiman warga, dan Jalan Raya, luapan air tersebut 10 cm - 50 cm yang mengakibatkan akses jalan lintas Donggo Desa Rada tergenang air campur lumpur sepanjang 60 meter, sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan, hal ini disebabkan karena Drainase tidak mampu menampung air banjir dan banyaknya sampah yang nyangkut di jembatan, saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur dan sampah serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut, Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan.
Kecamatan Soromandi di beberapa desa seperti: Desa Bajo banjir dari gunung wilayah Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kab. Bima mengakibatkan drainase wilayah Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima tidak mampu menahan debit air yang mengalir, yang menyebabkan air meluap ke jalan raya, dampak banjir tersebut mengakibatkan satu akses jalan Propinsi lintas Sila-Donggo perbatasan Desa Lewintana dan Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima tergenang air sepanjang 65 meter, dengan ketinggian air tersebut 10 cm - 40 cm, sehingga kendaraan melaju dengan pelang, 4 KK / 4 unit lapak jualan milik warga terendam banjir, Lahan pertanian dan Infrastruktur umum masih dalam proses pendataan. Desa Kananta Rabu tanggal 07 Januari 2026 pukul 15.35 wita bertempat di Desa Kananta Kec. Soromandi Kab. Bima terjadi musibah bencana banjir akibat derasnya air dari gunung menyebabkan debit air sungai wilayah Desa Kananta Kecamatan Soromandi meningkat, yang mengakibatkan air meluap membanjiri pemukiman warga dan jalan raya serta lahan pertanian warga Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kab. Bima, dengan ketinggian luapan air antara 30 cm hingga 80 cm, banjir menggenangi sebanyak 10 unit rumah, 10 KK /35 jiwa terdampak di dua RT / dua dusun diantaranya RT 09 Dusun Talehe 5 KK / 18 jiwa, RT.10 Dusun Tuntu 5 KK/17 jiwa, dan jalan pemukiman tergenang air, saat ini banjir sudah mulai surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut. Lahan pertanian dan infrastruktur umum masih dalam proses pendataan.
Pada musibah tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa namun diharapkan pada kita semua terutama Pemda kabupaten Bima membantu Kebutuhan yang mendesak seperti : Bantuan tanggap darurat, Logistik dan peralatan (Logpal), Pelebaran dan pembuatan tanggul sungai di Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo.
BPBD Kabupaten Bima melakukan langkah strategis seperti koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan Desa setempat terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.
Berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas terkait mengenai dampak dan penanganan serta kewenangannya, Masyarakat juga tetap waspada terhadap cuaca Extrim serta Bencana yang terjadi seperti Banjir bandang, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor, kekeringan dan wabah Penyakit rabies serta kebakaran hutan dan lahan,Dan melapor langsung ke BPBD Kab Bima, Kantor Camat serta Kantor Desa dan Babinsa, Babinkantibmas setempat.
Berkoordinasi dengan Desa setempat, aparat Kecamatan, Dinas Terkait di daerah maupun tingkat Provinsi NTB.
Sumber: Pusdalops BPBD Kabupaten Bima Kamis tanggal 07 Januay 2025 jam 23.00 wita. Tim Pusdalops BPBD Kab Bima. (KS Hambaly Ama La Beby)



0 Komentar