Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Mahasiswa PGSD STKIP Taman Siswa Bima Inisiasi Gerakan Lingkungan, "Kampus Bebas Plastik dan Penguatan Ruang Hijau"


SINDO BIMA - STKIP Taman Siswa Bima kembali memperlihatkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang menempatkan kesadaran ekologis sebagai pijakan utama. Suasana kampus pada Jumat pagi tampak jauh lebih dinamis ketika lebih dari serratus mahasiswa semester tiga dari kelas A hingga D Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) terlibat aktif dalam aksi lingkungan yang berfokus pada pengurangan plastik sekali pakai, pengumpulan sampah terpilah, serta penghijauan kawasan kampus.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah pendampingan dua dosen yang selama ini konsisten mengembangkan pendekatan ekopedagogi, yakni Hairunisa, M.Pd selaku pengampu mata kuliah Pengembangan IPA SD, serta Zulharman, S.Hut., M.Ling yang mengajar Pendidikan Lingkungan Hidup. Melalui kedua mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep teoretis mengenai lingkungan, tetapi juga diajak menerapkannya melalui praktik langsung sebagai bagian dari pembiasaan hidup berkelanjutan.

Gerakan dimulai melalui penyebaran poster kampanye bertajuk “Stop Plastik Sekali Pakai” di berbagai titik kampus. Pesan edukatif tersebut ditujukan untuk mengingatkan mahasiswa mengenai kebiasaan penggunaan plastik yang sering terjadi tanpa disadari. Kampanye visual ini menjadi titik awal yang mengarahkan mahasiswa pada rangkaian tindakan berikutnya, yakni pemilahan dan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.

Pada tahap pemungutan dan pemilahan sampah, mahasiswa memisahkan sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah sesuai karakteristiknya. Sampah organik, seperti daun kering, sisa makanan, dan ranting, langsung diproses menjadi kompos. Melalui proses pengomposan, mahasiswa mempelajari bagaimana siklus ekologis bekerja sekaligus mempersiapkan bahan pendukung untuk program penghijauan yang berkelanjutan.

Kategori sampah anorganik, seperti botol plastik, kemasan, dan kardus, dimanfaatkan kembali sebagai media pembelajaran kreatif dalam mata kuliah Pengembangan IPA SD. Upaya ini memberi nilai tambah karena memungkinkan mahasiswa mengasah keterampilan pedagogis sambil berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon di sejumlah area strategis kampus. Kegiatan penghijauan ini dirancang sebagai bagian dari program jangka panjang untuk memperkuat fungsi ekologis kampus sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih sehat dan edukatif.

Hairunisa, M.Pd menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi kampus dalam membangun karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, pembiasaan semacam ini akan menjadi bekal penting ketika para mahasiswa kelak mengajar di sekolah dasar. Sementara itu, Zulharman, S.Hut., M.Ling menambahkan bahwa pemahaman ekologis akan lebih efektif ketika mahasiswa diberi kesempatan mengalami dan merasakan langsung prosesnya.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa STKIP Taman Siswa Bima tidak hanya berperan sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan lingkungan. Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, mengolah kompos, dan menanam pohon menghadirkan pesan kuat bahwa kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. (KS-Tim)

Posting Komentar

0 Komentar