SINDO DOMPU - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 yang digelar pada Sabtu (11/04/2026) menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dilaksanakan dalam bentuk upacara bendera, pada tahun ini rangkaian acara dikemas tanpa prosesi upacara formal, melainkan dengan konsep kebersamaan yang lebih sederhana dan inklusif.
Seluruh tamu undangan dan hadirin tidak membentuk barisan seperti upacara pada umumnya, tetapi duduk rapi di kursi masing-masing yang telah disediakan. Dari tempat duduk tersebut, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung secara tertib dan khidmat.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemberian gelar kehormatan "Ma Kapahu Rawi" oleh Yayasan Kesultanan Dompu (YKD) kepada Bupati Dompu, Bambang Firdaus. Penganugerahan gelar disampaikan langsung oleh Ketua YKD, Syaiful Islam (Uma Foe), yang didampingi oleh Sayuti Melik (Uma Meli) dan Masran Yasin selaku Ketua Lamdo.
Pemberian gelar kehormatan tersebut dirangkaikan dengan pembacaan Ikrar Suku Dompu yang memuat lima poin penting. Pada poin pertama ditegaskan komitmen untuk meneguhkan dan mengukuhkan kembali Suku Dompu sebagai bagian yang utuh, bermartabat, serta memiliki hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Usai menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan penampilan Mars Dompu yang dibawakan oleh tim paduan suara. Lagu "Nggahi Rawi Pahu" karya Israil M. Saleh yang populer sejak era 1980-an, secara resmi dikukuhkan sebagai Mars Dompu dalam momentum tersebut.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan tarian kolosal bertajuk “Dompu Maniki Mantika” yang melibatkan sebanyak 211 siswa dan siswi tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Dompu. Penampilan ini menjadi simbol semangat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Dompu Bambang Firdaus menjelaskan alasan perubahan format peringatan dari upacara menjadi konsep duduk bersama atau lesehan. Menurutnya, konsep tersebut memiliki makna mendalam terkait nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kesederhanaan dalam membangun daerah.
"Transformasi upacara ke konsep kebersamaan ini menggambarkan Dompu sebagai daerah yang inklusif dan egaliter, sekaligus menonjolkan kearifan lokal. Hari jadi ini adalah milik seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep tersebut juga lebih menitikberatkan pada aspek syukuran, doa bersama, serta refleksi dibandingkan dengan seremoni yang bersifat formal dan administratif.
"Ini melambangkan kesetaraan derajat, di mana semua peserta dapat membaur tanpa sekat sosial," ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Bambang Firdaus menjelaskan makna tema Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 tahun 2026, yakni "Bergerak Bersama untuk Dompu Maju". Tema tersebut diibaratkan sebagai sebuah orkestra yang terbentuk dari semangat soliditas dan solidaritas seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan pemerintahan yang kokoh, terpercaya, dan terus bergerak maju secara seimbang, dengan tujuan akhir mewujudkan masyarakat yang sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya.
"Tema ini mencerminkan semangat masyarakat Dompu yang tangguh, adaptif, serta menjunjung tinggi kebersamaan dalam membangun masa depan daerah yang berkelanjutan," jelasnya.
Peringatan puncak Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 tahun ini berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh makna. Perubahan konsep yang diusung dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih hangat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Dompu ke arah yang lebih maju. (KS-BEDO)


0 Komentar